Tampilkan postingan dengan label Control. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Control. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juli 2015

Pada posting kali ini saya akan membahas tentang "Sensor Controller", yang merupakan salah satu peralatan dalam kontrol mesin industri ringan yang berkaitan langsung dengan peralatan Proximity Switch yang sudah dibahas sebelumnya. Klik disini untuk mempelajari Proximity Switch dan sistem kerjanya.


Beberapa jenis Proximity Switch selain bisa dikoneksikan dengan perangkat PLC, juga bisa dikoneksikan langsung dengan beberapa macam peralatan kontrol semi digital ringan seperti Sensor Controller dan Digital Counter Relay, untuk keperluan kontrol mesin-mesin industri yang tidak perlu atau tidak mendesak menggunakan PLC sebagai automatisasi kontrolnya.

Sensor Controller ini bisa juga disebut sensor amplifier tunggal sama seperti Digital Counter Relay, Klik disini untuk mempelajari Digital Counter Relay dan sistem kerjanya. Fungsi kerja yang diharapkan dari Sensor Controller ini mirip dengan TDR (Timer) dan Relay, yakni mempunyai output yang sama dan dibutuhkan yaitu kontak-kontak NC NO-nya. Hanya saja Sensor Controller dan Digital Counter Relay ini membutuhkan peralatan External seperti Photoelectric sensor atau inductive dan Capacitive proximity sensor untuk membuat perubahan kerja kontak-kontak NO NC-nya.

Ada beberapa jenis Sensor Controller yang ada dipasaran seperti pada produk Omron dan Autonics. Omron mengeluarkan produknya untuk dua koneksi sensor yang umumnya digunakan untuk level capacity pada tangki, juga bisa digunakan pada presisi benda, seperti dalam gambar dibawah ini.




Sedangkan untuk Sensor Controller Autonics, mengeluarkan sebuah produk satu input koneksi sensor yang bisa disebut sensor amplifier tunggal murni, karena fungsi dan cara kerjanya yang sederhana yakni mengandalkan input signal dari proximity sensor dan beroutput pada bekerjanya kontak-kontak NC NO-nya. Berikut Gambar dan Diagram koneksinya.


Selain itu soket Sensor Controller ini juga kompatibel dengan soket standard 8 pin yang biasa digunakan oleh Timer, seperti pada gambar dibawah ini.



Cara Kerja dan Gambar Rangkaian

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, prinsip kerja Sensor Controller ini mengandalkan input signal dari proximity sensor dan beroutput pada bekerjanya kontak-kontak NC NO-nya, maka saya menggambarkannya dalam sebuah perbandingan wiring diagram rangkaian Lift dua lantai yang sudah dibahas sebelumnya. Berikut gambarnya.

 gambar perbandingan wiring diagram rangkaian dasar Lift 2 Lantai

Dalam gambar diatas, saya mengganti fungsi limit switch dengan kontak NC dari sensor controller. Perhatikan penambahan komponen Sensor Controller pada gambar diatas, yang saya singkat dengan SC1 dan SC2.

Cara kerja

Perhatikan gambar animasi dibawah ini.. saya mengganti letak limit switch dengan sensor proximity switch yang sudah terhubung ke rangkaian sensor controller. Penggambaran letak limit switch dan sensor proximity switch pada gambar dibawah ini saya hanya menyederhanakannya saja, agar anda bisa melihat bagaimana sebuah sistem sensor controller itu bekerja.



gambar animasi fungsi rangkaian sensor controller lift barang

Ketika permukaan sensor proximity mengenai atau berdekatan dengan body lift, dia akan bekerja dan merubah fungsi NC dari sensor controller menjadi NO, sehingga akan memutus rangkaian naik atau turun. Sehingga bisa dikatakan fungsi rangkaian sensor proximity dengan sensor controller disini adalah sebagai pengganti dari limit switch konvensional.

Demikian saja pembahasan saya tentang Sensor Controller ini. Untuk pertanyaan yang ada, mungkin bisa ditulis di page Elektro Mekanik atau mention di twitter Elektro Mekanik https://twitter.com/elektro_mekanik

 


Semoga bermanfaat...

________________________________
Sumber: http://electric-mechanic.blogspot.com
Read More..

Minggu, 05 Juli 2015

Pertama-tama saya berikan beberapa contoh model gambar kontruksi lift  dua lantai yang saya maksud dalam artikel ini. agar anda mengerti cara kerjanya. Berikut gambarnya..

Gambar model lift dua lantai

Setelah anda melihat beberapa model lift barang dua lantai diatas, saya mengambil salah satu model contoh kontruksi lift, yakni type C untuk dibuatkan rangkaian kontrol kelistrikan sederhananya.Dalam gambar dijelaskan, rangkaian lift 2 lantai ini hanya menggunakan pintu manual saja. Dan panel tombol naik turunnya, hanya terdapat tombol naik, turun dan Emergency saja. Sedangkan konstruksi lift "disesuaikan", artinya anda bisa bebas merancang dan membuat kontruksi lift barang ini, asalkan memperhatikan ketentuan-ketentuan keselamatan yang berlaku. Selain itu juga, anda harus memperhatikan bagaimana penempatan peralatan kelistrikannya agar semua sistem dapat berjalan dengan lancar.

Gambar skema dasar kontruksi lift dua lantai

Motor Lift ini harus menggunakan "Crane Motor" yang terdapat "Brake"nya. Fungsi Brake (Rem) ialah untuk menahan agar motor tidak berputar balik dalam usahanya mengangkat dan menahan beban ketika lift ada dilantai dua atau seterusnya (apabila rancangan lift lebih dari dua lantai). Anda bisa menggunakan motor lift crane yang sudah jadi dipasaran, atau bisa juga menggunakan motor 3 phasa biasa yang memiliki sistem Brake yang bisa anda rancang sendiri bagaimana nanti motor tersebut bisa bekerja untuk mengangkat beban.

Kontruksi Lift dasarnya ialah, Lift diikat tali seling baja yang terhubung kemotor, dgn Limit switch terletak diatas dan dibawah Rel ruangan kerja Lift. Selain itu anda juga harus menambahkan sistem emergency yang mampu mengamankan lift agar tidak jatuh akibat seling bajanya terputus akibat terjadi korsleting atau kerusakan sistem kelistrikan pada kontaktor. Perhatikan letak Limit Up dan Limit Emergency yang tidak sama dan sejajar, terlihat limit emergency terletak agak tinggi minimal 15mm dari Limit Up.

Cara kerja

Sebelumnya, saya berikan dahulu wiring diagram rangkaian sederhananya agar anda bisa membaca apa yang akan saya jelaskan berikutnya.

Gambar wiring diagram rangkaian dasar lift dua lantai

Keterangan:
Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V
Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
Push Botton Naik dan Turun
Emergency Push

Cara kerja rangkaian
Apabila tombol Up ditekan sekali maka akan membuat K1 bekerja dan memutar motor untuk mengangkat lift keatas, sampai akhirnya atap lift menekan limit switch Up dan membuat K1 berhenti bekerja dan motor lift berhenti. Begitu juga sebaliknya jika menekan tombol Down, maka akan membuat K2 bekerja dan membuat motor berputar sebaliknya (turun).  K2 akan berhenti bekerja setelah lantai lift menekan limit switch Down.
Untuk penambahan rangkaian lift sampai 4 Lantai, akan dibahas selanjutnya, yang kerja rangkaiannya berdasarkan pada kerja rangkaian lift 2 lantai ini.
Berikut saya sertakan juga gambar pengabelan / penyambungan rangkaian kontaktor sederhana lift dua lantainya.


Foto gambar pengabelan/penyambungan rangkaian kontaktor lift dua lantai

Demikian saja pembahasan saya tentang Rangkaian sederhana Lift Dua Lantai (Lift Barang) ini Untuk pertanyaan yang ada, mungkin bisa ditulis di page Elektro Mekanik atau mention di twitter Elektro Mekanik https://twitter.com/elektro_mekanik

Semoga bermanfaat...


________________________________
Sumber: http://electric-mechanic.blogspot.com
Read More..

Kamis, 09 Oktober 2014

Posting kali ini masih membahas tentang rangkaian star delta. namun pada rangkaian ini dengan dua pilihan yang bisa dilakukan, yakni Auto dan Manual. Rangkaian ini pertama kali saya bahas di twitter Elektro Mekanik, klik disini dan follow untuk memudahkan diskusi seputar artikel lainnya.

Star Delta Automatis
Sebagaimana yang sudah kita ketahui, bahwa yang dimaksud star delta automatis ialah rangkaian standard umum yang prinsip kerjanya memindahkan hubung star ke delta secara otomatis menggunakan TDR. (baca kembali artikel star deltanya, klik disini). Dan lihat kembali gambar wiring rangkaian kontaktornya dibawah ini.

gambar wiring diagram star delta automatis

foto gambar penyambungan rangkaian star delta automatis

Star Delta Manual

Dan yang dimaksud dengan rangkaian star delta manual ialah, dalam mengubah perubahan star ke deltanya kita harus menggunakan sebuah tombol lagi untuk membuat rangkaian menjadi delta. (baca kembali artikel star deltanya, klik disini). Dan lihat kembali gambar wiring rangkaian kontaktornya dibawah ini.

gambar wiring diagram star delta manual

foto gambar penyambungan rangkaian star delta manual

Rangkaian Star Delta Auto Manual

Tentunya kedua jenis rangkaian star delta tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung oleh jenis kondisi motor atau pemakaiannya. Bisa jadi anda hanya perlu menggunakan salah satunya  sesuai kebutuhan mesin yang anda gunakan.

Khusus bagi anda yang membutuhkan kedua jenis Rangkaian Star Delta tersebut (Auto dan Manual) pada kondisi tertentu, Saya akan membuatkan sebuah rangkaian yang menggabungkan kedua jenis rangkaian star delta yang ada, dan saya menyebutnya dengan Rangkaian Star Delta Auto Manual.

Peralatan
3 pcs Push Botton: (Off,On.?/auto, On.?)
1 pcs Relay 220V, Omron MK2P-I: (R)
3 pcs kontaktor 220v "sesuaikan: (K1,K2&K3)
2 pcs Overload "sesuaikan: (K1,K2&K3) 
TDR Omron H3CR-A8 220v
MCB 2A
Pilot lamp 220v
cable wire 1.5mm
box panel
Select Switch (SS)

Perhatikan gambar wiring diagramnya dibawah ini..


gambar wiring diagram star delta auto manual

Keterangan gambar:

K1: Kontaktor Utama
K2: Kontaktor Star
K3: Kontaktor Delta
T : Timer (TDR)
R : Relay
SS Auto/Manual: Select Switch

Kerja rangkaian

Posisi Auto
Bila SS pada posisi Auto, maka relay R akan terputus dari tombol On Delta dan NO-nya. Praktis, R hanya terhubung NO dari TDR. Pada posisi Auto ini bila tombol On Star ditekan, maka K1 dan K2 akan berada pada posisi hubung Star, karena K2 terhubung oleh NC dari Relay R. Posisi ini sekaligus menghitung waktu TDR, dimana NO-nya akan menghidupkan Relay R dan NC NO-nya akan menghubung K3 menjadi hubung Delta.

Posisi Manual:
Bila SS berada pada posisi Manual, maka Timer T akan terputus dan akan membuat relay R bisa berfungsi oleh tombol On Delta. seperti fungsi diAuto, bila tombol On Star ditekan, maka K1 dan K2 akan berada pada posisi hubung Star, karena NC relay R akan menghubung K2. Begitu tombol On Delta ditekan, maka akan menghidupkan relay R sekaligus merubah NO NC-nya menghubung K3 Sehingga hubungan berubah jadi Delta.

Sebagai pelengkap saya lampirkan juga foto gambar penyambungan rangkaian star delta manual ini, agar anda bisa langsung mempraktekkannya..


foto gambar penyambungan rangkaian star delta auto manual

Demikian saja ulasan singkat tentang rangkaian kontaktor Star Delta Auto Manual ini. Semoga bermanfaat..


Sumber
_____________________________
http://electric-mechanic.blogspot.com
Read More..

Minggu, 05 Oktober 2014

ATS (Automatic Transfer switch), adalah alat yang berfungsi untuk memindahkan koneksi antara sumber tegangan listrik satu dengan sumber tegangan listrik lainnya secara automatis. Atau bisa juga disebut Automatic COS (Change Over Switch)

Sedangkan AMF (Automatic Main Failure), berfungsi untuk menyalakan mesin genset jika beban yang di layani kehilangan sumber energy listrik utama/PLN.

Dari penjelasan singkat tersebut dapat kita asumsikan fungsi utama ATS/AMF adalah menyalakan genset jika sumber listrik utama PLN mati. Dan menghubungkan daya/listrik dari genset terhadap beban secara otomatis.

Baiklah.. dalam posting kali ini saya akan membahas bagaimana membuat Panel ATS/AMF sederhana yang bisa diaplikasikan pada pemakaian sehari-hari, baik dilingkungan industri maupun rumah.

Pemahaman

Saya mengasumsikan, untuk menghidupkan genset yang digunakan hanya tinggal menekan starter, dan untuk mematikannya hanya perlu menekan tombol Off. Jika belakangan diketahui ada cara-cara menghidupkan dan mematikan dengan teknik lain, saya sarankan mengubah sistem kerjanya menjadi seperti yang telah saya sebutkan diatas tadi (Tekan Starter = nyala, Tekan tombol Off = mati). Mintalah pada teknisi penjual gensetnya untuk memodifikasi.

Ingat! panel yang saya buat ini hanya dasarnya saja, jadi mohon maklum bila saya tidak menambahkan asesoris lain seperti Voltmeter, Ampermeter, pilot Lamp, Frequensimeter, Phase Failure Relay dan sebagainya. Saya hanya menitikberatkan pengautomatisan penggunaan tombol Starter dan Off sebagai fungsi utama kerja "Change Over Switch" pada panel ATS/AMF ini

Peralatan

2 pcs Select Switch
2 pcs Kontaktor 220V 4-pole (sesuaikan dengan NFB) (M1 dan M2)
1 pcs relay 11 pin Omron MK3P-1 220V (R1) + Socket

1 pcs relay 8 pin Omron MK2P-1 220V (R1) + Socket
2 pcs TDR Omron H3CR-A8, 220V + Socket
6 pcs MCB 2A

2 pcs TDR Omron H3Y-2 24VDC + Socket
1 pcs Relay Omron MKS2PI 24VDC  + Socket
2 pcs Accu 12 Volt (Serie up 24V DC)
(Sesuaikan TDR dan Relay dengan Accu)

wire cable 1,5 mm + Scun garpu Secukupnya
Box Panel (disesuaikan)
Terminal Blok Input Output Power (disesuaikan)
Terminal Blok Input Output Control TR-10
Rel Component
Kabel Duct
Kabel Ties

Berikut gambar rangkaian utama dan wiring diagramnya..
klik gambar untuk memperbesar

Prinsip Kerja

Dalam panel ATS/AMF ini saya membaginya dalam Tiga blok yang memiliki fungsi dan tugas masing-masing.

Blok 1.
Blok detector Sumber daya Utama, Rangkaian ini berfungsi untuk memberikan informasi kondisi sumber listrik utama (hidup atau mati) kepada rangkaian Blok starter engine (NC M1). Blok detector ini menghidupkan M1 apabila listrik utama hidup Sekaligus sebagai blok Stop engine (NC R2) apabila listrik utama mati. Pada terminal nomor 5 dan 6, anda harus menghubung seri pada rangkaian genset sebagai tombol OFF.

Pada blok satu ini juga terdapat Selector Switch untuk menfungsikan rangkaian ini Normal dan Automatis. Pada fungsi Normal, maka kerja Change Over Switch tidak akan berfungsi.

Blok 2.
Blok Relai detector Daya Genset, Relai detector ini berfungsi untuk menerima informasi kondisi tegangan/daya genset kepada rangkaian utama apabila listrik utama mati dengan menghidupkan (M2) setelah genset bekerja.

Blok 3.
Blok starter engine, berfungsi untuk menyalakan mesin genset. Blok ini bekerja berdasarkan masukan dari Blok detector Sumber daya Utama (NC M1) Sebagai awal kerja starter. T3 dan T4 sebagai delay starter dan R3 sebagai Kontak starter. Khusus pada rangkaian ini menggunakan komponen yang mempunyai tegangan kerja 24VDC dengan menggunakan 2 buah Accu 12VDC yang dihubung Seri. Namun apabila anda menemukan komponen yang mempunyai tegangan kerja 12VDC, anda bisa memakainya dengan hanya menggunakan 1 buah Accu saja.

Pada rangkaian ini ditambah juga Selector switch yang menginformasikan Accu (starter engine) pada kondisi standby. Pada terminal nomor 7 dan 8, anda harus menghubung paralel pada stater untuk menghidupkan genset.

Demikian saja penjelasan Cara Membuat Panel AMF ATS (switch genset otomatis) Sederhana ini.. kurang lebihnya mohon maaf.. dan

Selamat Mencoba !

Sumber
_____________________________
http://electric-mechanic.blogspot.com
Read More..

Sabtu, 26 Oktober 2013

Artikel ini cuma posting iseng dan hanya menulis ulang dari page saya di Elektro Mekanik dengan menambahkan beberapa gambar pelengkap dan penjelasannya. Sebelumnya klik disini untuk melihat wiring diagram Star Delta automatis dengan timer (TDR) untuk perbandingan.

Prinsip kerja rangkaian star delta manual ini, sama dengan prinsip kerja rangkaian Star Delta automatis dengan timer (TDR) yang umum ditemui,. termasuk perubahan kontak NO NC nya. Yang membedakan dari rangkaian Star Delta manual ini hanyalah pada penggunaan DOL (on off) relay yang menggantikan fungsi timer. Tentu saja sistem DOL relay ini menggunakan sebuah push botton untuk mengaktifkannya, dan tombol inilah yang nanti berfungsi untuk merubah rangkaian star ke delta. Klik disini untuk melihat sistem DOL (on off) sebuah rangkaian kontaktor.
 
Pada gambar yang ada di Page Elektro Mekanik (klik disini untuk melihat gambar dengan menggunakan relay 11 pin), Saya menggunakan Relay 11 pin agar bisa menggunakan 3 buah NO NC untuk mengamankan rangkaian kontaktor dari hubung singkat, ketika merubah dari hubung star ke delta. Namun disini saya memodifikasinya dengan menggunakan relay 8 pin serta menambahkan sebuah pilot lamp sebagai indikator bahwa rangkaian sudah terhubung delta.
 
Perhatikan gambar wiring diagramnya dibawah ini..

gambar wiring diagram star delta manual 8 pin
klik gambar untuk memperbesar

Cara Kerja Rangkaian

Ketika tombol 1 (ON Star) ditekan motor akan bekerja pada hubung STAR (K1 dan K2 menyala), setelah beberapa detik yang kita rasakan cukup untuk merubah ke hubung DELTA, maka kita diharuskan menekan tombol 2 (ON Delta), untuk merubah rangkaian menjadi hubung Delta (K1 dan K3 menyala, juga R1). Dan fungsi tombol Off disini adalah untuk mematikan kerja rangkaian.

Peralatan yang dibutuhkan:

1 pcs push botton off
2 pcs push button on
1 pcs relay 11 pin Omron MK3P-I 220V (R1) atau 8 pin MK2P-I
3 pcs kontaktor 220v (sesuaikan dengan motor) (K1, K2 dan K3)
2 pcs overload (sesuaikan dengan kontaktor)
1 pcs pilot lamp (green)
cable wire 1.5 mm secukupnya
Box Panel

Sebagai pelengkap saya lampirkan juga foto gambar penyambungan rangkaian star delta manual ini, agar anda bisa langsung mempraktekkannya.

foto gambar penyambungan rangkaian star delta manual
klik gambar untuk memperbesar

Demikian saja ulasan singkat tentang rangkaian kontaktor Star Delta manual ini. yang tentu saja memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri bila dibandingkan dengan yang automatis..

Klik disini untuk melihat rangkaian penggabungan antara rangkaian star delta manual dengan rangkaian star delta automatis. yang disebut Rangkaian Star Delta Auto Manual

Semoga bermanfaat... dan Selamat mencoba...


Sumber
_____________________________
 http://electric-mechanic.blogspot.com
Read More..

Minggu, 15 September 2013

Ladder Diagram (LD) adalah salah satu bahasa pemograman PLC yang umum digunakan setelah bahasa pemograman Function Block Diagram (FBD}, Structure Text (ST), Instruction List (IL) / Statement List (SL) dan Sequential Function Chart (SFC).

Tidak semua PLC support bahasa-bahasa pemograman diatas. Ada yang hanya support LD saja, ada juga yang support LD, FBD,SFC,ST tergantung dari PLC yang kita pakai.

Berikut bahasa pemrograman yang digunakan oleh beberapa merek PLC :
  1. Allen bradley PLC-5 & SLC-500  : Ladder Diagram (LD)
  2. Allen bradley Logix 5000 family  : Ladder Diagram (LD), Function Block Diagram (FBD), Sequential Function Chart (SFC), Structure Text (ST)
  3. Omron CX-Programmer V8.1 : Ladder Diagram (LD), Function Block Diagram (FBD), Sequential Function Chart (SFC)
  4. Schneider : Ladder Diagram (LD), Function Block Diagram (FBD), Sequential Function Chart (SFC)
  5. Siemens :  Ladder Diagram (LD), Function Block Diagram (FBD), Sequential Function Chart (SFC), Instruction List (IL)
Nah.. sebagai awal belajar bahasa pemograman PLC, ada baiknya mengetahui dulu pengertian Ladder  Diagram. Ladder  Diagram merupakan tiruan dari logika yang diaplikasikan langsung oleh relay. Ladder Diagram banyak mengurangi kerumitan yang dihadapi oleh teknisi untuk menyelesaikan tujuannya. Tapi bagaimanakah Ladder Diagram itu bekerja? atau dengan kata lain, bagaimana sebenarnya representasi dari Ladder Diagram itu sehingga bisa menyusun logika-logika boolean?

Wahhh... masih bingung khan?

Oke deeh.. langsung saja dengan penjelasan sederhana saya yahh..! 

Ladder Diagram sederhana dapat disamakan dengan wiring diagram yang banyak terdapat di blog Elektro Mekanik ini. Sebagai contoh saya ambil sebuah gambar pada artikel saya sebelumnya, seperti dibawah ini.

Wiring Diagram Star Delta


Dari gambar wiring diagram Star Delta tersebut, secara tidak langsung saya sudah memberikan gambaran dasar tentang Ladder Diagram. Entah karena kebiasaan atau hal lainnya atau juga kurangnya pengetahuan aturan standard internasional penggunaan simbol kontak NO NC, saya tidak pernah menggambarkan kontak NO dan NC di blog saya ini dengan simbol mirip saklar, atau juga bisa jadi MCB , baik dalam wiring diagram komponen Relay, Kontaktor dan Timer.

Kembali kepembahasan semula... 

Dari gambar diagram diatas, kita terlebih dahulu memodifikasi diagram dengan tidak merubah fungsi dan urutan kerja rangkaian. Seperti pada gambar dibawah ini.


Pada gambar diatas, tombol ON OFF ditempatkan dari line input dengan sejajar, hal ini sangat direkomendasikan untuk nantinya dapat anda ketahui sendiri sebabnya. Dan untuk membuatnya menjadi sebuah gambar Ladder Diagram, kita perlu mengganti simbol tombol ON OFF dengan simbol NO NC standard, seperti pada gambar dibawah ini.


klik gambar untuk memperbesar

Dan untuk mendapatkan gambar Ladder Diagram yang tersirat, silahkan anda memutar-mutar gambar dengan program pengolah gambar sederhana semisal "PAINT" di PC anda. Atau bila anda menggambarnya di lembar sampul plastik transparant dengan spidol, lihat saja gambar dibaliknya. dan putarlah ke arah kiri 90�. Hasilnya akan dapat terlihat seperti gambar dibawah ini..



Setelah melihat gambar Ladder Diagram dasar yang didapat, coba bandingkan dengan gambar ladder diagram yang banyak terdapat digoogle image search. Seperti pada gambar dibawah ini.


klik gambar untuk memperbesar

Inti dari pembahasan artikel ini adalah bagaimana menggambar atau membuat sebuah Ladder Diagram dari pemahaman anda tentang sebuah wiring diagram rangkaian. Sebab untuk mengetahui dasar pemograman PLC, anda dituntut untuk mengetahui dasar sebuah kerja rangkaian pengendali.

Sekedar tips..

Untuk bisa menguasai bahasa pemograman Ladder Diagram, mulailah mencoba berlatih membuatnya dengan cara-cara seperti diatas. Dimulai dari sebuah wiring diagram yang dimodifikasi input ON OFFnya menjadi sejajar, sampai dengan hasil akhir dari pembolak-balikkan gambar. Jika anda telah terbiasa membuat wiring diagram seperti cara-cara diatas, maka anda akan dengan mudah membuat sebuah Ladder Diagram dan memahami maksud tujuan dan mempelajari instruksi-intruksi lainnya yang terdapat pada sebuah Ladder Diagram yang telah jadi.

Demikian saja pembahasan tentang Penyederhanaan Pemahaman Pengertian Ladder Diagram Untuk Pemograman PLC ini, semoga bermanfaat

______________________________
Sumber: http://electric-mechanic.blogspot.com
Read More..

Kamis, 15 Agustus 2013

Motor Bolak Balik ini adalah salah satu kerja motor induksi 3 phasa yang sering digunakan pada mesin mesin produksi oleh banyak kalangan industri, baik industri kecil maupun industri besar. Secara spesifik penggunaannya tidaklah terlalu penting, karena mesin mesin produksi terus mengalami perkembangan dari segi pemanfaatan dan kontruksi mesinnya itu sendiri. Namun secara prinsipalnya adalah sama, yaitu membolak balikkan arah putaran motor induksi dengan tombol tombol atau rangkaian interlock tertentu.

Baiklah.. langsung saja saya jelaskan prinsip sederhana dari rangkaian Motor induksi 3 phasa Bolak Balik atau Forward Reverse, melalui bahasa gambar agar mudah mempelajarinya. Coba lihat gambar di bawah ini


Dalam gambar diatas dijelaskan:
  • gambar A: arah putaran motor ke arah kanan bila urutan phasa input R-S-T masuk dalam rangkaian Breaker dan Kontaktor ke motor.
  • gambar B: arak putaran motor ke arah kiri bila urutan phasa input yang masuk dalam rangkaian dan ke motor adalah kebalikannya, yaitu T-S-R
Klik disini untuk mengetahui secara teoritis bagaimana arah putaran motor menjadi bolak balik sesuai dengan urutan phasa input. Lalu perhatikan gambar berikut dibawah ini.


Dalam gambar diatas dijelaskan
  • gambar A: Saya sudah menambahkan thermal overload dan 2 kontaktor dalam rangkaian, yaitu K1 dan K2. Dalam gambar A ini K1 dalam posisi NC atau sedang dalam kondisi ON, dan K2 dalam posisi Off. Lihatlah bagaimana urutan phasa input R-S-T masuk dalam rangkaian, sehingga putaran motor menjadi kearah kanan.
  • gambar B: Dalam gambar B ini urutan phasa input yang masuk dalam rangkaian adalah kebalikannya, yaitu T-S-R bila K2 dalam posisi NC atau ON, dan K1 dalam posisi Off. Dan membuat arah putaran motor menjadi kearah kiri.
Dalam penggambaran realnya atau Rangkaian Utamanya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

urutan phasa input motor R-S-T


urutan phasa input motor T-S-R

Pada gambar A dibawah ini adalah wiring untuk menghidup matikan K1 dan K2 satu persatu. Artinya adalah: bila tombol hijau ditekan, maka K1 akan bekerja dan berhenti bila tombol dilepas. Begitu juga K2 bila tombol merah ditekan dan dilepas. Bisakah Anda bayangkan bila tombol tombolnya ditekan bersamaan ?? iya... pada rangkaian utamanya akan terjadi korsleting 3 phasa!! Lalu bagaimana kelanjutannya..??

Lihat gambar B !!

klik gambar untuk memperbesar

Untuk membuat kerja K1 dan K2 secara bergantian, kita bisa memanfaatkan NC pada masing masing kontaktor seperti pada gambar B. NC dari K1 dipasang seri pada jalur input koil K2, begitu juga sebaliknya, NC dari K2 dipasang seri pada jalur input koil K1.

Lalu lihat gambar C dan D !!
bila tombol hijau ditekan, maka K1 akan bekerja dan NC dari K1 akan menjadi NO yang menyebabkan tombol merah atau K2 tidak akan bisa berfungsi karena jalur inputnya terputus selama K1 masih bekerja. Begitu juga sebaliknya yang terjadi bila tombol merah ditekan setelah K1 tidak bekerja.

Sebagi finalisasi wiring rangkaian Forward Reverse ini, kita harus memasang juga sistem Proteksi Motor untuk mengamankan motor dari beban lebih dengan menggunakan NC dari Thermal Overload yang telah terpasang sebelumnya, seperti pada gambar berikut dibawah ini


Dan saya sertakan juga wiring rangkaian Forward Reverse ini dengan sistem interlock untuk fungsi kerja motor lain yang mungkin Anda butuhkan.


Demikian saja pembahasan tentang Wiring Motor Bolak Balik (Forward Reverse) ini. Klik disini bila ingin melihat foto gambar penyambungan rangkaian kontaktornya.

Semoga bermanfaat

______________________________
Sumber: http://electric-mechanic.blogspot.com
Read More..
Tidak berpanjang lebar, saya langsung saja membahas satu persatu dari yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya..

Penyambungan Rangkaian Motor On Off (interlock)

klik gambar untuk memperbesar atau mendownload

Rangkaian ini dikenal juga dengan istilah DOL Starter seperti artikel yang pernah saya bahas sebelumnnya. Sebelum melihat gambar penyambungan rangkaian motor On Off ini, anda sebaiknya membaca artikel saya yang berjudul InterLock Kontaktor.. disana anda akan menemukan penjelasan apa dan bagaimana cara kerja rangkaian ini, berikut juga wiring diagramnya.

Di foto gambar penyambungan rangkaian motor On Off ini, saya menggunakan tegangan 380V pada kontrol pengendalinya. Artinya, disini saya menggunakan Kontaktor 380V agar lebih efisien. Nah... bagaimanakah wiring diagramnya bila menggunakan kontaktor 220V? (cari caranya sendiri yahh.. :P).

Penyambungan Rangkaian Motor Star Delta (Bintang Segitiga)

klik gambar untuk memperbesar atau mendownload

Dalam penyambungan rangkaian motor star delta ini, mungkin sedikit agak berbeda dari wiring diagram yang ada pada artikel saya sebelumnya yaitu yang berjudul Wiring Diagram Star Delta dan Pengaplikasian Kerja NO dan NC Proteksi Motor Listrik. Tetapi tidak akan menjadi masalah, karena prinsip kerjanya tetaplah sama.

Disini saya menggunakan 1 tegangan pada rangkaian pengendalinya.. yaitu 220V untuk Kontaktor dan Timer. Khusus untuk timer, saya menggunakan Omron H3CR-A8, 220V, yang mempunyai range 0~30 Jam. Selamat menikmati keruwetan gambarnya.. :)

Penyambungan Rangkaian Motor Forward Reverse (bolak balik)

klik gambar untuk memperbesar atau mendownload

Pada gambar diatas, secara prinsipanya sama dengan wiring diagram yang terdapat pada artikel saya sebelumnya yang berjudul Wiring Diagram Motor Bolak Balik (Forward Reverse), hanya saja disini saya memasang NC dari thermal overload langsung pada koil kontaktor, dan NC dari K1 dan K2 yang terhubung dari NO tombol masing-masing. Silahkan untuk membandingkan wiring diagramnya dengan foto gambar penyambungannya diatas

Prinsip kerjanya adalah, bila tombol fwd ditekan maka motor akan berputar kekanan. Untuk memutar balik putaran motor kekiri maka perlu ditekan terlebih dahulu tombol Off, baru bisa memutar kearah sebaliknya (kiri) dengan menekan tombol rev. Dan untuk mematikannya tekan tombol Off yang sama, karena fungsi tombol Off disini untuk memutuskan kedua fungsi kerja rangkaian.

Penyambungan Rangkaian Motor Off dengan Timer


klik gambar untuk memperbesar atau mendownload

Rangkaian ini belum pernah saya bahas sebelumnya, tetapi bila anda jeli untuk mempelajari artikel-artikel tentang wiring diagram saya yang ada di blog ini, maka anda pasti akan menemukan prinsip dasar kerjanya.

Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah, memutus kerja rangkaian kontaktor sesuai dengan waktu yang diinginkan secara otomatis dengan timer. Pada rangkaian ini, saya juga memasang tombol off sebagai pemutus rangkaian manual. Hal tersebut semata-mata hanya untuk menjaga kalau-kalau kerja rangkaian tersebut tidak sesuai yang diharapkan atau mengalami masalah (trouble).

Penyambungan Rangkaian Motor Work Interchangeably (Kerja Bergantian)


klik gambar untuk memperbesar atau mendownload

Khusus untuk foto gambar rangkaian ini, saya mengadaptasikan kerja rangkaian lampu flip-flop seperti pada artikel saya sebelumnya yang berjudul Wiring Diagram Rangkaian Lampu Flip Flop Menggunakan TDR (Timer), dengan hanya menggunakan 2 timer saja pada kerja rangkaiannya. Rangkaian ini bisa diaplikasikan pada rangkaian kerja motor sirkulasi, atau kerja motor induksi 3 phasa yang bekerja secara terus menerus. Pada sistem kerja seperti itulah rangkaian ini sangat dibutuhkan, agar motor induksi dapat diistirahatkan kerjanya. Karena pemakaian yang  terlalu lama bisa  juga mengurangi umur  sebuah motor induksi.

Prinsip kerjanya adalah, ketika tombol On ditekan maka motor 1 akan bekerja sesuai waktu yang diinginkan. Ketika telah mencapai waktunya, maka
motor 1 akan mati dan bersamaan itu juga motor 2 akan bekerja sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Dan begitu telah mencapai waktunya, maka motor 2 akan mati dan motor 1 akan menyala lagi sesuai ketetapan waktunya.. begitu seterusnya. Dan untuk mematikan kerja rangkaian ini, cukup dengan menekan tombol Off. Rangkaian ini menggunakan tegangan 220V pada rangkaian pengendalinya, artinya Timer, Relay dan Kontaktor menggunakan koil bertype 220V (perhatikan pengabelan yang berwarna hijau terang).

* Update....

Penyambungan Rangkaian Motor Bolak Balik dengan Waktu Tunda Putaran

 
Link gambar ini terdapat pada halaman facebook Elektro Mekanik
klik suka untuk melihat dan mendapatkan kerangka update posting terbaru

Kerja rangkaian ini mirip dengan rangkaian lampu flip-flop witth TDR yg sudah dibahas sebelumnya. Namun dalam pergantian putaran motor saya selipkan Timer 3 sebagai delay penunda putaran. Timer 1 dan Timer 2 adalah Timer setting waktu lama putaran motor untuk Kontaktor 1 dan Kontaktor 2 (K1 & K2)

Cara kerja rangkaian adalah, ketika select switch di ON maka T3 menghitung waktu tunda untuk memulai kerja K1 (misal 10 detik). Setelah K1 bekerja sesuai waktu yang ditetapkan oleh T1, maka R1 akan bekerja untuk mereset T3 untuk menunda kerja K2. Setelah waktu tunda selesai maka K2 akan bekerja sesuai waktu yg ditetapkan T2. Dan ketika waktu kerja K2 selesai, maka T2 akan menghidupkan R2 dan mereset rangkaian sehingga waktu tunda bekerja lagi untuk menghidupkan K1.

Rangkaian ini akan bekerja terus menerus bergantian memutar balik putaran motor. Untuk mematikannya cukup memilih off pada select switch. Kesimpulan kerja rangkaian ini adalah, saat rangkaian di On, 10 detik baru menyala kearah kanan. setelah 10 menit motor akan berhenti 10 detik. Setelah 10 detik, motor akan berputar ke kiri. Setelah berputar kearah kiri 10 menit, maka motor akan berhenti 10 detik kembali. Dan setelah itu, motor akan kembali berputar ke kanan, begitu seterusnya..

.....
Catatan
  • Motor Induksi 3�/380V diatas 5 HP, harus dihubung star delta. (atau baca dulu penjelasan tentang name plate-nya disini)
  • Karena penampakan gambar rangkaian diweb browser ini amat terbatas, Anda disarankan untuk mendownload gambar-gambar yang ada dan mencetaknya dengan printer berwarna agar lebih jelas mempelajarinya.

Demikian saja pembahasan saya untuk foto gambar pengabelan / penyambungan rangkaian kontaktor ini. Untuk pertanyaan yang ada, mungkin bisa ditulis di page Elektro Mekanik atau mention di twitter Elektro Mekanik https://twitter.com/elektro_mekanik

terimakasih.. selamat belajar...

________________________________
Sumber: http://electric-mechanic.blogspot.com
Read More..